Jual Bibit Kopi Robusta,Harga Bibit Kopi Robusta, Bibit Kopi Robusta Unggul, Bibit Kopi Arabika terbaik, Jual Bibit Kopi,Jual Bibit Kopi Arabika

Jenis Kopi Arabika dan Karateristiknya

Jenis Kopi Arabika dan Karateristiknya

Tanaman aPohon Kopi Arabika


Mengenal Sifat dan jenis kopi arabika - Sama dengan kopi robusta kopi arabika dibawa masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Jenis Kopi Arabika (Coffea Arabica) dan Karateristiknya sangat dipengaruhi dari negeri asalnya, yaitu berasal dari negara Afrika yang lebih tepatnya di daerah pegunungan Ethiopia. Kopi jenis ini tumbuh dengan baik diketinggian tanah diatas 500 mdpl. Pada habitat aslinya tanaman kopi arabika tumbuh di bawah hutan tropis yang sangat lebat. 

Sentra sentra penghasil kopi arabika berada sampai saat ini masih di dominasi oleh negara-negara di Amerika Latin. Brazil menjadi adalah salah satu produsen terbesar dari kopi arabika di dunia dan 90% produksi kopi arabika berada di Amerika Latin. Sedangkan untuk konsumen kopi ini negara-negara uni Eropa, Jepang dan Amerika Serikat adalah negara-negara konsumen terbesar di dunia.

Sifat pertumbuhan Kopi Arabika

Kopi arabika tumbuh dan berkembang dengan baik jika ditanam di ketinggian 1000 sampai 2000 meter dari permukaan laut. Suhu optimal untuk pertumbuhan kopi jenis ini iantara 15 sampai 24 derajat Celcius. Tingkat curah hujan 1200-2000 mm per tahunnya. 


Untuk bisa tumbuh dan menghasilkan buah tanaman kopi arabika membutuhkan waktu kering selama 4 sampai 5 bulan dalam satu tahun. Bunga akan mulai terlihat muncul di akhir musim penghujan. Jika pertumbuhan bunga kopi arabika yang baru mekar terkena hujan deras menyebabkan gagal berbuah. 



Kopi Arabika tanah yang kaya dengan kandungan bahan organik organik yang ada di dalam tanah dimanfaatkan tanaman sebagai sumber nutrisi dan menjaga kelembaban. Tingkat keasaman atau pH tanah yang cocok untuk pertumbuhan berkisar antara 5,5-6 pH. 



Tanaman Kopi Arabika


Sifat dan Jenis Kopi Arabika Unggul

Bunga dan Daun Kopi Arabika
Kopi jenis ini lebih menyerupai jenis tanaman perdu dengan ketinggian antara 2 sampai 3 meter. Batang berdiri tegak dengan cabang-cabangnya yang membulat dengan jumlah percabangan yang banyak. 

Kopi arabika memiliki warna daun yang hijau mengkilap seperti terdapat lilin pada permukaan daunnya. Bentuk daun yang memanjang atau sedikit lonjong dengan ujung daun yang meruncing. Daun tua akan berwarna hijau gelap pangkal daun tumpul dengan tangkai yang pendek dan struktur tulang daun menyirip. 

Tumbuhnya bunga kopi arabika biasanya terjadi setelah musim hujan berakhir,  bunga hanya tumbuh pada ketiak ketiak daun ini sama seperti kopi robusta. Begitu juga dengan warna bunga yang berwarna putih. Penyerbukan kopi arabika dilakukan dengan sendirinya tidak ada perbedaan antara bunga jantan dan bunga betina. Proses pembuahan membutuhkan waktu 8 sampai 11 bulan mulai dari keluarnya kuncup hingga menjadi buah siap panen. 

Biji Kopi Arabika, Tanaman Kopi Arabika

Buah kopi arabika berbentuk membulat seperti telur dengan warna hijau ketika masih muda dan akan berubah menjadi warna merah terang ketika sudah benar-benar matang. 

Buah kopi arabica tidak seperti kopi robusta yang cukup kuat menempel pada tangkainya buah kopi arabica lebih cenderung mudah rontok. Oleh sebab itu untuk segera lakukan pemanenan jika kondisi kopi udah mulai terlihat matang. Jika buah yang rontok ke tanah dapat mengurangi mutu buah tersebut dan cenderung bau tanah. 

Sistem perakaran Kopi Arabika
Salah satu kelebihan dari mempunyai akar tunjang yang cukup dalam sehingga mampu menopang tanaman biar tidak mudah roboh dan dapat bertahan dalam kondisi musim kering. Untuk dapat menghasilkan akar tunjang yang bagus mengapa cara penanaman bibit kopi arabika juga harus benar jika tidak tumbuh dengan baik akan menyebabkan tingkat produksi kopi yang cenderung sedikit. 

Jenis-jenis Kopi Arabika 

Terdapat banyak varietas kopi arabika yang ada di Indonesia maupun di dunia. Setiap jenis dan varietas mempunyai sifat dan karakter masing-masing. Faktor pemilihan jenis varietas kopi arabika lebih dipengaruhi pada daerah bahan yang akan digunakan. 

Beberapa jenis varietas unggul yang sudah dikeluarkan melalui puslitkoka dipercaya dapat mampu menghasilkan kopi robusta yang baik. 

Berikut ini beberapa jenis atau varietas kopi arabika:

  • USDA 762. Jenis kopi ini tingkat produktivitasnya mencapai 800-1200 kg/ha per tahun. Bunga akan mulai muncul pada usia 32-34 bulan setelah tanam. Jenis ini juga dikenal lebih tahan terhadap karat daun. 
  • S 795. Kopi arabika ini mempunyai tingkat prosuktifitas antara 1000-1500 kg/ha per tahunnya. Dengan kepadatan tanaman 1600-2000 pohon per hektar lahan. Dapat mulai berbunga pada usia 15-24 bulan. Ketinggian lahan yang ideal berada di lebih 1000 mdpl dan sedikit lebih tahan terhadap penyakit karat daun. 
  • Andung sari-1. Jenis ini sangat rentan terhadap karat daun jika di tanam di daerah kurang dari 900 mdpl, namun cukup tahan jika ditanam di daerah yang kurang subur. 
  • Tingkat prosuktifitas varietas ini 350 kilo per hektar. 
  • Sigara Utang. Tingkat produktivitas nya bisa mencapai 1500 kilo per hektar 1 keistimewaan dari varietas ini bisa berbuah secara terus-menerus mengikuti pola sebaran hujan. Biji buah kopi berukuran cukup besar namun cukup rentan terhadap hama bubuk buah dan nematoda. Tanaman ini cukup tahan dengan karat daun jika ditanam pada ketinggian diatas 1000 m dari permukaan laut. 
Jika dilihat dari harga jual biji kopi, maka kopi arabika mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan jenis kopi yang lainnya. Pecinta kopi arabika dibanding kopi robusta, hal ini disebabkan sifat kekentalan body ringan hingga sedang dengan tingkat keasaman yang tinggi. Kadar kafein kopi narashika lebih rendah dibanding robusta itu sekitar 0,8-1,5%. 

Tanaman Kopi Arabika

Tanaman Kopi Arabika

Dari semua jenis dan variabel kopi arabika jika ditanam di tempat yang berbeda akan memiliki perbedaan cita rasa dan aroma yang cukup signifikan. 

Jika dilihat dari segi rasa dan aroma dan kandungan kafeinnya, maka tidak salah jika 65% perdagangan kopi di dunia didominasi oleh kopi arabika. Nilai kopi arabika dua kali lipat dari kopi. Sedangkan pusat perdagangan kopi arabika berada di bursa komoditi New York.

Demikian beberapa sifat dan jenis kopi arabika mudah mudahan bisa memberikan sedikit pencerahan jika anda ingin mengembangkan tanaman kopi terutaman yang ada di daerah dengan ketinggian lebih dari 800 mdpl.




Cara Merawat Tanaman Kopi Robusta dan Arabika yang Baik

Cara Merawat Tanaman Kopi Robusta dan Arabika yang Baik

Cara Merawat Tanaman Kopi Robusta dan Arabika yang Baik

Cara Merawat Tanaman Kopi - Sebagai salah satu produk yang mempunyai penggemar yang besar  dan fanatik tentu saja mereka tidak mau sembarangan dalam nentukan pilihannya. Cara merawat kopi robusta dan cara merawat tanaman kopi robusta atau pun jenis kopi yang lain akan sangat menentukan kualitas hasil biji buah kopi. Dengan teknik dan cara perawatan bibit tanaman kopi yang bagus selain dapat menjaga kualitas hasil panen juga bisa mempertahankan harga jual kopi itu sendiri.

Cara menanam dan merawat tanaman kopi agar dapat hasil yang baik harus di mulai sejak awal, mulai dari pemilihan bibit kopi Unggul dan juga mengenal lahan atau daerah yang akan dijadikan lahan tanam. Karena tiap jenis kopi mempunyai area masing-masing untuk dapat tumbuh kembang secara maksimal.

Untuk menghasilkan kopi yang nikmat dan lezat melalui cara perawatan tanaman kopi yang baik tentu harusdi muali dengan menggunakan bibit kopi yang unggul. Pemilihan bibit yang baik juga harus berasal dari induk yang sehat pula tidak ada cacat atau penyakit pada tanaman induk. Terutama jika anda melakukan proses pembibitan bibit kopi sendiri.


cara merawat tanaman kopi yg baik


Tata cara merawat tanaman kopi yang baik

Berikut adalah teknik perawatan budidaya tanaman kopi yang bagus yang bisa diterapka di ebun kopi anda:

1. Pemilihan bibit
Pastikan bawah bibit yang digunakan adalah bibit kopi unggu, cara termudah untuk mengetahuinya adalah dengan cara melihat tanaman induk. Jika induk bibit bisa memiliki ciri ciri bibit unggul, maka layak untuk ditanam. Anda juga bisa baca artikel sebelumnya tentang cara pemilihan bibit kopi unggul silahkan kunjungi disini.

2. Cara perawatan tanaman kopi selanjutnya adalah Penyiraman.
Penyiram tanaman harus dilakukan secara teratur dari awal mulai bibit kopi ditanam, terutama pada usia tanaman baru 3-6 bulan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kandungan air dalam tanah agar bisa mencukupi untuk berkembang tumbuh tanaman. 
Lakukan secara rutin dan teratur apalagi pada saat musim kemarau, intensitas penyiraman padat di kurangi setelah usia tanam cukup besar.

3. Pemupukan
Kapan pemupukan waktu terbaik pupuk harus dilakukan. Proses pemupukan dilakukan 3-6 bulan sebelum bibit tanaman kopi mulai di tanam. Proses pemupukan selanjutnya bisa dilakukan dalam 6 bulan sekali. Sebaiknya menggunakan pupuk jenis alami seperti pupuk kandang atau organik. Waktu terbaik untuk proses pemberian pupuk pada saat musim hujan, karena kandungan unsur hara akan cenderung meningkat sehingga proses penyeraran lebih baik.


cara merawat tanaman kopi

4. Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk membuang tanaman parasit ada disekitar tanaman kopi baik yang menempel di tanaman atau yang berada disekitar bibit kopi tumbuh. Lakukan pembersihan rumput secara berkala bisa dilihat dari banyak tidaknya tanaman atau rumput yang tumbuh disekitar pohon kopi.

5. Pembersihan Haman dan Penyakit
Setelah 2 tahun bibit kopi di tanam adalah waktu yang paling rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Hama penyakit yang sering muncul seperti ulat, serangga dan beberapa jenis parasit lainnya. Cara terbaik untuk tetap bisa menjaga kualitas dari pohon kopi dan hasil panen sebaiknya dilakukan penanggulangan secara alamiah.

6. Pemangkasan 
Pemangkasan disini adalah pemangkasan pada tanaman atau pohon pelindung. Agar bisa menjaga masuknya sinar matahari ke tanamn kopi. Karena tanaman kopi memerlukan sinar matahari yang cukup untuk dapat tumbuh dengan baik.

Cara merawat tanaman kopi agar berbuah lebat

Semua poin di atas adalah cara merawat tanaman pohon kopi agar berbuah lebat, tentu saja jika dilakukan secara rutin dan teratur dengan cara perawatan pohon kopi yang baik.


Budidaya Kopi Robusta dan Arabika LENGKAP

Budidaya kopi Robusta dan Arabika

Budidaya Kopi Robusta, Budidaya Kopi Arabika
Budidaya Kopi Robusta, Budidaya Kopi Arabika


Budidaya kopi Robusta dan Arabika - Kopi masih menjadi komoditas yang paling banyak diperdagangkan di seluruh penjuru dunia. Beberapa tempat sebagai pusat Budidaya Kopi Robusta dan Arabika terdapat di Afrika, Amerika Latin dan Amerika Tengah juga di negara-negara Asia-Pasifik. Negara negara di Benua Eropa dan Amerika Utara menjadi konsumen terbesar dari produk kopi.

Tanaman kopi merupakan tanaman tahunan dengan usia produktif bibit kopi robusta bisa mencapai 20 tahun. Ada dua jenis varietas tanaman kopi yang paling banyak dibudidayakan yaitu Bibit Kopi Robusta dan Kopi Arabika. Karena 2 jenis kopi ini yang mempunyai harga cukup baik di pasaran. 

Selain jenis kopi di atas ada beberapa jenis tanaman kopi lainnya yang merupakan varietas turunan dari kopi Robusta dan arabika. Ada beberapa jenis kopi lainnya yang juga masih banyak dibudidayakan yaitu dari jenis Liberika dan Axcelsa. Dari 4 jenis kopi yang paling banyak dikembangkan ini memiliki sifat dan karateristiknya masing-masing.

Faktor utama dalam memulai budidaya kopi tentunya adalah pemilihan bibit kopi yang tepat. Beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi hasil dari budidaya tanaman kopi adalah jenis tanaman, cara teknik budidaya, cara perawatan pohon kopi, penanganan hasil panen dan pemasaran hasil akhir dari kopi.


Budidaya Kopi Robusta, Budidaya Kopi Arabika, Lahan tanam Budidaya Kopi Robusta
Lokasi Lahan Tannam Budidaya Kopi Robusta dan Arabika

Lokasi Budidaya Kopi Robusta dan Arabika

Sebelum kita memulai budidaya kopi Arabika atau budidaya kopi robusta ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu area lahan yang akan digunakan. Penanaman kopi harus disesuaikan dengan letak ketinggian lahan, jika ketinggian lahan Anda berada diantara 400-800 mdpl maka tanaman kopi yang cocok adalah jenis ROBUSTA. Sedangkan dengan ketinggian lebih dari 800 mdpl jauh lebih baik membudidayakan kopi ARABIKA.

Seperti kita ketahui bahwa kopi jenis Robusta akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah dengan ketinggian antara 400-800 mdpl. Dengan ketinggian lahan tadi boleh juga di tanam kopi jenis Excelsa dan Liberika. Jika di lihat dari harga jual hasil akhir kopi maka kopi arabika cenderung dihargai lebih mahal dari pada kopi robusta. Namun jenis robusta mempunyai tingkat produktivitas yang lebih tinggi demikian juga dengan rendemennya.

Budidaya Bibit Kopi Robusta, Budidaya Bibit Kopi Arabika
Budidaya Bibit Kopi Robusta, Budidaya Bibit Kopi Arabika


Persiapan Bibit Budidaya Kopi

Setelah kita tahu lakosi lahan tanam maka kita sudah bisa memutuskan jenis kopi apa yang harus dibudidayakan. Langkah selanjutnya adalah mencari bibit kopi unggul siap tanam, lahan dan juga pohon pelindungnya. Untuk mengetahui bibit kopi robusta unggul anda bisa baca artikel saya sebelumnya silahkan baca disini. 

Sementara untuk budidaya bibit kopi Arabika ada beberapa jenis tanaman yang bisa digunakan berdasarkan varietas. Contohnya adalah varietas Kartika-1, Kartika-2, S 795 dan USDA 762. Untuk pohon pelindung dan peneduh sebaiknya disiapkan kurang lebih 2 tahun sebelum penanaman bibit pohon kopi.

Cara pembiakan bibit kopi bisa dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Teknik Generatif adalah cara pembiakan tanaman dari biji kopi, cara ini lebih banyak digunakan untuk kopi jenis Arabika. Sedangkan untuk kopi robusta lebih banyak menggunakan cara vegetatif seperti dengan cara budidaya kopi stek, cangkok dan okulasi (sambung). 

Pohon Pelindung Budidaya Kopi Robusta dan Arabika
Pohon Pelindung Budidaya Kopi Robusta dan Arabika

Pohon Pelindung Budidaya Kopi Robusta dan Arabika
Pohon Pelindung Budidaya Kopi Robusta dan Arabika


Persiapan Lahan dan Pohon Pelindung Budidaya Kopi

Budidaya kopi dikembangkan baik di lokasi dataran rendah dan dataran tinggi tentunya harus disesuaikan dengan jenis kopi yang di tanam. Tapi secara umum bibit kopi akan tumbuh dengan baik di tanah yang gembur dan kaya akan unsur organik tanah. Untuk menjaga tingkat kesuburan tanah bisa dilakukan dengan cara pemupukan secara teratur dengan pupuk organik. Untuk tingkat keasaman tanah ada sedikit perbedaan antara budidaya kopi arabika dan robusta. Kopi arabika akan tumbuh baik pada tingkat keasaman 5 - 6,5 pH, sedangkan kopi robusta 4,5 - 6,5 pH. 

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah penanaman pohon pelindung dan peneduh. Sebenarnya penanaman pohon pelindung ini harus dilakukan jauh sebelum mulai penanaman bibit kopi. 

Jenis pohon yang paling banyak digunakan adalah pohon senggon dan lamtoro. Untuk tanaman pelindung jenis senggon sebaiknya di tanam 4 tahun sebelum penanaman bibit kopi, sedangkan untuk pohon lamtoro bisa lebih cepat 2 tahun sebelumnya. 

Fungsi utama dari pohon peneduh dan pelindung budidaya kopi robusta ini adalah untuk mengatur intensitas cahaya matahari. Karena tanaman kopi termasuk tanaman yang membutuhkan cahaya matahari yang terlalu banyak. Selain itu juga bisa menjaga tingkat kesuburan tanah dari rontokan daun pohon pelindung secara tidak langsung menjadi pupuk alami. Kedua jenis pohon pelindung ini tidak terlalu memerlukan perawatan yang rumit. Perawatan hanya melakukan pemangkasan daun dan penjarangan untuk mengatur sinar matahari yang masuk.


Lobang Tanam Budidaya Kopi Robusta dan Arabika
Lobang Tanam Budidaya Kopi Robusta dan Arabika

Penanaman Bibit Budidaya Kopi

Setelah semua syarat diatas perpenuhi langkah berikutnya adalah persiapan penanaman bibit kopinya. Jarak tanam yang ideal dalam satu area lahan tanam adalah 2,75×2,75 meter untuk kopi robusta sedangkan untuk bibit kopi arabika 2,5×2,5 meter. Jarak lubang tanam ini bisa sesuaikan dengan kondisi lahan makin tinggi lahan tanam makin jarang jarak tanamnya demikian juga sebaliknya.

Kemudian galilah lubang tanam dengan ukuran 60x60x60cm sebaiknya buat lubang tanam 3 bulan sebelum penanaman bibit. Saat melakukan pengalian pisahkan tanah bagian bawah dan bagian atas lalu biarkan lubang tanam terbuka. Buatlah campuran belerang dan kapur domilite maisng-masing 200 gram dengan tanah bagian bawah galian tadi. Kemudian masukan kembali ke lubang tanam. Lakukan ini setelah satu bulan dari awal pengalian. Biarkan lubang tanam tetap terbuka.

Satu bulan kemudian ambil tanah bagian atas galian lalu campurkan dengan pupuk kompos sebanyak -/+ 20 kg campurkan secara merata, masukkan ke dalam lubang galian lagi dan tetap biarkan lubang tanam dalam keadaan terbuka selama satu bulan kedepan.

Kini bibit kopi robusta atau arabika sudah siap untuk di taman dalam lubang tanam. Sebelum di tanam untuk mengurangi tingkat penguapan pada tanaman potonglah beberapa daun sisakan sebagian saja. Lalu keluarkan bibit dari polybag, gali lubang tanam tadi sesuaikan dengan panjang akar dari bibit kopi. Untuk jenis kopi yang memeiliki akar tunjang usahakan agar akar dari bibit kopi di tanam dalam keadan tegak lurus. Kemudian tutup lubang tanaman agar posisi dari bibit kopi tegak lurus, bisa juga gunakan tajir atau kayu penyangga untuk menjaganya.

Bibit Kopi Robusta, Bibit Kopi Robusta Unggul
Bibit Kopi Robusta, Bibit Kopi Robusta Unggul

Perawatan Budidaya Bibit Kopi

Proses yang paling panjang dari budidaya kopi robusta atau arabika adalah perawatan. Untuk mendapatkan hasil panen yang bagus dan banyak tentunya perawatan tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.

Apa saja yang harus dilakukan selama perawatan bibit kopi, silahkan terus lanjutnya membaca. Berikut adalah cara perawatan budidaya kopi setelah bibit pohon kopi di tanam:

Pemupukan untuk budidaya kopi

Pemupukan bisa menggunakan pupuk buatan atau pupuk organik, dua-duanya perlu dilakukan karena mempunyai fungsi masing-masing. Untuk mendapatkan pupuk organik bisa di ambil dari bahan yang ada di sekitar kita. Misal kulit buah kopi hasil pengupasan, daun daun dari tanaman pohon pelindung kemudian dikumpulkan dan dijadikan kompos. Per satu tanaman kopi membutuhkan kurang lebih 20 kg pupuk organik per tahunnya.

Cara memberian pupuk adalah dengan membuat lubang yang mengitari tanaman pohon kopi dengan jarak 50 cm dari pohon. Kemudian tabur pupuk dalam lubang tadi bisa juga di campur dengan pupuk buatan. Jika keasaman tanah maish di bawah 4,5 pH di campur dengan kapur domolite sebanyak 0,5 kg. Lakukan pemupukan secara rutin dalam periode tertentu. Untuk pemberian kapur bisa dilakukan 2-4 tahun sekali.

Penyulaman

Bibit kopi yang sudah di tanam tidak semuanya bisa tumbuh dengan baik makanya perlu di periksa setidaknya dua kali seminggu. Setelah berumur 1-6 bulan pemeriksaan bisa dilakukan dalamn 1-6 bulan sekali. Tujuannya selama proses awal pertumbuhan tanaman kopi jika ditemukan adanya beberapa tanaman yang mati bisa segera dilakukan penyulaman atau mengganti dengan bibit kopi yang baru. 
Hal ini sangat perlu dilakukan agar mendapatkan pertumbuhan bibit tanaman kopi yang bisa seragam dalam satu area tanam.

Pemangkasan tanaman 

Ada dua cara yang biasa dilakukan dalam proses pemangkasan yaitu pemangkasan batang tunggal dan pemangkasan berbatang ganda. Pemangkasan batang tunggal lebih tepat pada tanaman kopi yang mempunyai banyak cabang sekunder seperti pada tanaman kopi robusta. Sedangkan pada pohon kopi robusta lebih banyak menggunakan pemangkasan batang ganda. Cara ini lebih cocok untuk tanaman kopi yang hidup di dataran rendah.

Budidaya Kopi Robusta, Budidaya Kopi Arabika


Tujuan dari pemangkasan tanaman dalam budidaya kopi robusta maupun arabika adalah:
  • Pembentukan Tanaman - Membentuk tanaman seperti tajuk atau payung, sehingga bisa mendapatkan tinggi tanaman dan percabangan yang ideal.
  • Produksi - Cara  ini dilakukan untuk membuang cabang dan batang yang tidak produktif atau tau. Dengan tujuan untuk mempertahankan cabang-cabang yang produktif saja. Bisa juga pemangkasan untuk membuang cabang-cabang yang terindikasi sudah terkena hama dan penyakit. 
  • Peremajaan - Pemangkasan ini biasa dilakukan setelah beberapa saat setelah panen. Dapat juga dilakukan pada tanaman yang sudah mengalami penurunan hasil panen, jika hasil panen kurang dari 400 kg/ha/tahun maka harus segera dilakukan pemangkasan. Bisa juga untuk membentuk ulang tajuk yang sudah mulai tidak beraturan. Sebaiknya dilakukan setelah pemupukan untuk memberikan kecukupan nutrisi tanaman.
Penyiangan budidaya kopi 

Apapun jenis tanaman yang kita tanam dapat berkembang dengan baik tanpa adanya gulma atau tanaman penganggu, terutama jika umur tanaman masih muda. Penyiangan harus dilakukan secara rutin dalam dua minggu sekali. Jika tanaman kopi sudah cukup umur pembersihan gulma di luar tajuk dapat dilakukan dengan penutupnya dengan tanah. Pada tanaman dewasa dilakukan seperlunya saja.

Biji Kopi Robusta, Biji Kopi Arabika

Hama dan Penyakit dalam budidaya kopi

Budidaya kopi atau jenis tanaman lainnya tentu tidak bisa lepas dari yang namanya hama dan penyakit. Begitu juga dengan budidaya bibit kopi. Masalah yang ditimbulkan bisa menyebabkan penurunan jumlah hasil panen bahkan bisa juga menyebabkan kematian dari tanaman kopi itu sendiri.


Nah...beberapa jenis hama dan penyakit yang harus segera di tangani segera mungkin adalah:

Penyakit Karat Daun (HV). Penyakit ini lebih banyak menyerang kopi jenis arabika. Tanda tanda yang paleing jelas terlihat adalah adanya bercak kuning hingga kecoklatan pada daun yang terjangkit.


Cara mengatasinya bisa memindahkan lokasi tanam di daerah yang lebih tinggi diatas 1000 mdpl, tapi hal ini sangat sulit dilakukan jika kita mempunyai lahan yang terbatas.Cara termudah adalah dengan penyemprotan bahan kimia atau obat khusus karat daun jika kondisi tanaman sudah terjangkiti. Atau dengan cara memilih bibit kopi varietas unggul yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Cara berikutnya adalah dengan cara pembiakan vegetatif dengan metode kultur jaringan. 

Penyakit serangan Nematoda. Jenis penyakit ini lebih cenderung menyerang kopi jenis robusta. Sama dengan jenis penyakit lainnya, penyakit ini bisa menyebabkan penurunan hasil panen hingga 80%. Cara mengatasinya bisa dengan melakukan pemangkasan pada batang atau daun yang terserang, kemudian dilakukan penyambungan dengan varietas kopi robusta yang tahan terhadap serangan Nematoda.

Biji Kopi Robusta, Biji Kopi Arabika
Biji Kopi Robusta, Biji Kopi Arabika

Penanganan Hasil panen Budidaya Kopi 

Kecepatan hasil panen pohon kopi berbeda beda tergantung jenis dan varietas kopinya. Untuk kopi Arabika sudah bisa mulai panen setelah umur 3-4 tahun. Hasil panen pertama biasanya tidak terlalu banyak.

Sedangkan untuk jenis kopi robusta bisa lebih cepat yaitu antara 2,5-3 tahun. Tentunya harus diimbangi dengan proses penanaman dan perawatan yang intensif. Jika dilakukan secara sembarangan bisa jadi proses panen jauh lebih lama lagi. Usia produktif tanaman kopi akan mencapai puncaknya pada umur 7-9 tahun.

Musim panen biasa berlangsung 3-5 bulan dengan interval waktu pemetikan 10-14 hari saja. Penangan dan pengolahan hasil panen akan sangat menentukan biji kopi hasil budidaya kopi yang akan sangat berpengaruh terhadap harga jualnya.






085736639219 | Jual Bibit Kopi Robusta Unggul

 Jual Bibit Kopi Robusta Unggul

 Jual Bibit Kopi Robusta Arabika Unggul



Jual Bibit Kopi Robusta Unggul - ​Kopi masih menjadi salah satu produk komiditi yang sangat menggiyurkan untuk terus dibudidayakan. Karena nilai ekonomis dari tanaman kopi masih sangat tinggi baik untuk pasar lokal maupun internasional. Jadi tidak salah jika anda mau membudidayakan bibit kopi unggul sebagai salah satu mata pencaharian

Tapi memilih bibit kopi robusta unggul dan mencari yang jual bibit kopi bersertifikat bukanlah perkara mudah. Memang banyak yang jual bibit kopi robusta bersertifikat tapi anda sendiri sebagai pembeli juga harus mengetahui kreteria dari bibit pohon kopi unggul itu sendiri. Ada beberapa syarat dan kriteria yang harus dipenuhi dari bibit kopi itu sendiri sehingga layak si sebut sebagai bibit kopi unggul.

Ciri yang paling mudah adalah dengan menilik dari pohon asli induk dari bibit kopi. Jika pohon asli induk bibit kopi mempunyai hasil kopi yang bagus dalam arti baik pertumbuhan tanaman dan hasil kopinya bagus maka bisa dipastikan bahwa jenis bibit kopi ini memiliki kualitas unggul dan biasanya harga bibit kopi unggul lebih mahal. Jika sudah menemukan bibit yang baik maka layak untuk terus dikembangkan.



 Jual Bibit Kopi Robusta Arabika Unggul

Jual Bibit Kopi Robusta yang Unggul

Sekarang bagaimana cara memilih dan menentukan ciri bibit biki kopi baik robusta maupun arabika yang unggul dan layak untuk di budidayakan. 




Sebenarnya ada 2 faktor utama yang bisa dijadikan acuan dalam memilih dan membeli bibit kopi yang baik. Yang pertama dari sifat pertumbuhan bibit kopi itu sendiri dan yang kedua hasil dari buah dan biji kopi  yang dihasilkan.


Berikut adalah beberapa kriteria untuk menentukan bibit unggul:
  1. Dapat tumbuh dengan cepat
  2. Struktur pohon kokoh dan kuat
  3. Percabangan yang merata berbentuk simetris 
  4. Tahan terhadap hama, cendawa dan penyakit
  5. Tingkat produktifitas buah tinggi dan stabil sepanjang tahun
  6. Ukuran buah dan biji yang merata dan besar
  7. Mudah dikembangbiakan secara vegetatif
Jual Bibit Kopi Robusta Arabika Unggul


Beberapa persyaaratan lain yang harus dipenuhi bibit kopi unggul adalah:
  • Memiliki rasa daging buah yang manis khas kopi
  • Kulit buah tipis
  • Ukuran buah besar dan merata 
  • Ukuran biji kopi besar
  • Warna daging putih
  • Tekstur daging kopi halus 
  • Kadar air daging buah sekidit atau kering.

Jual Bibit Kopi Robusta Unggul Terbaik

Cara menentukan kualitas harga bibit kopi unggul adalah apabila bibit tanaman kopi memenuhi sekurang-kurang 70% dari kretiria diatas, maka bisa dipastikan bahwa bibit tersebut adalah bibit unggul. Bisa juga anda mencari benih kopi bersertifikat yang biasanya ada di Puslit Koka.


Dan juga sebaliknya jika suatu bibit tidak bisa memenuhi 70% dari kriteria tersebut di atas maka bibit tersebut tergolong bibit yang kurang bagus untuk di budidayakan.

Kami Jual Bibit Kopi Robusta Arabika Unggul dalam berbagai macam ukuran.
Siap melayani pesanan baik secara eceran atau partai besar.


Untuk Informasi dan Pemesanan Bibit Kopi Unggul, hubungi:


Jual Bibit Kopi Robusta Arabika Unggul

085736639219 | Persiapan Lahan Dan Penanaman Bibit kopi Arabika

Lahan Dan Penanaman Bibit kopi Arabika


Jual Bibit Kopi, Bibit Kopi Arabika, Lubang Tanam Bibit Kopi Arabika



Pesiapan lahan tanam bibit kopi arabika - Pada dasarnya persiapan lahan tanah untuk jenis kopi arabika dan kopi robusta tidak berbeda jauh. Yang perlu diperhatikan adalah daerah tinggian lahan tanam yang akan digunakan.

Seperti pada artikel sebelumnya tentang Budidaya kopi Robusta dan Arabika sebenarnya udah saya bahas tapi tidak ada salahnya saya ulas sedikit lagi.

Bahwa perbedaan yang paling mencolok ada ketinggian daerah lahan tanam. Jika lahan anda berada di ketinggian antara 750-1500 mdpl maka jenis bibit kopi yang cocok adalah Arabika. Sebailknya jika lahan tanam anda di bawah 800 mdpl maka pilihan terbaik adalah bibit kopi Robusta.

Persiapan Lahan Dan Penanaman Bibit kopi Arabika

Jual Bibit Kopi, Bibit Kopi Arabika, Lubang Tanam Bibit Kopi Arabika


Untuk cara tanam dan perawatan tidak jauh berbeda. Untuk mendukung pertumbuhan bibit kopi arabika lebih baik lagi, maka diperlukan pohon pelindung yang biasanya jauh lebih tinggi dari tanaman kopi itu sendiri .

Ada beberapa pohon atau tanaman pelingdung yang sering digunakan di lahan kopi di antranya Pohon Sengon (Albasia), petai, lamtoro dan lainnya. Selain itu kandungan unsur hara pada tanah juga bisa mempengaruhi perkembangan tanaman kopi. Khusus Kopi jenis Arabika memerlukan unsur hara yang kaya akan bahan organik.

Persiapan Lahan tanam Bibit kopi Arabika dengan pohon pelindung


Jual Bibit Kopi, Bibit Kopi Arabika, Lubang Tanam Bibit Kopi Arabika

Jual Bibit Kopi, Bibit Kopi Arabika, Lubang Tanam Bibit Kopi Arabika


Tingkat keasaman tanah lahan tanam juga harus di perhatikan juga. Untuk menetralkan bisa dilakukan dengan pemberian pupuk organik. PH tanah yang ideal untuk mendukung pertumbuhan kopi arabika adalah PH 4-6.

Selanjutnya persiapan lubang tanam. Lubang tanam akan lebih bagus jika di buat dengan ukuran 1m persegi. Sebelum bibit kopi di tanam perlu di berikan kapur dolumite dan belerang terlebih dahulu. Cukup 250gr untuk masing masing lubang, lakukan 3 bulan sebelum tanam. Setelah itu biarkan lubang tanam terbuka saja.

Baca juga: Cara Menanam Kopi Arabika

Setelah berumur satu bulan lubang tanam maka saatnya pemberian pupuk awal berupa kompos dengan dosis 3kg untuk setiap lubang tanam. Kemudian kita biarkan lagi lubang.

Setelah 1 bulan dari pemberian pupuk kompos bibit kopi arabika sudah siap untuk di tanam. Lakukan pemangkasan pada batang dan duan yang di rasa bibit kopi mempunyai cabang dan daun berlebihan. Cukup sisakan 2-3 batang daun agar sistem perakaran tumbuh lebih cepat.

Cara Pemupukan Tanaman Kopi Arabika - Setelah semua persiapan lubang tanam dan penanaman bibit kopi arabika selesai, tahap selanjutnya adalah pemupukan tanaman.

Secara umum proses pemupukan tanaman kopi dengan cara membuat lubang yang mengitari batang tanaman kopi dengan jarak kurang lebih 50cm dari tanaman kopi. Kemudian pupuk kita tabur atau bisa juga kita kubur di lubang yang sudah anda buat tadi.

Demikian artikel Pesiapan Lahan dan Penanaman Bibit Kopi Arabika mudah mudah bisa memberikan sedikit pencerahan.


Jual Bibit Kopi Robusta Unggul, Jual Bibit Kopi Arabika

Back To Top