Bibit Kopi | Jual Bibit Kopi Robusta Unggul | 085736639219

Jual Bibit Kopi Robusta,Harga Bibit Kopi Robusta, Bibit Kopi Robusta Unggul, Bibit Kopi Arabika terbaik, Jual Bibit Kopi,Jual Bibit Kopi Arabika

BONGKAR RAHASIA TEKNIK ROASTING KOPI KELAS DUNIA!!

Belajar Teknik Rosting Kopi, Cara Roasting Kopi


BONGKAR RAHASIA TEKNIK ROASTING KOPI KELAS DUNIA !!!

Apa saja sih yang bisa anda dapatkan jika memiliki ebook “Rahasia Candu Penikmat Kopi Secara Konsisten Melalui Teknik Roasting Kelas Dunia” ini ?


1. Anda mengerti bagian 60 % (penjelasan tentang varietas, pentingnya ketinggian diatas permukaan laut & pasca panen)

2. Memahami bagian 30 % di kopi yang meliputi kadar air, ukuran / size, resting, cacat fisik green bean, cacat fisik roasted bean & density. Juga bagaimana mengatasi kesalahan pada waktu meroasting seperti scorching, tipping, smokey dan sebagainya.

3. Penjelasan tentang roasting, jenis roasting, mesin roasting (meliputi penjelasan tentang drum roasting, perpindahan panas, gas control, airflow, cooling & agitator). Juga, pendalaman tentang teknik roasting yang bermanfaat untuk mengembangkan rasa manis, kompleks, body tebal. Untuk mendapatkan rasa & aroma yang diinginkan, kita disini berfokus pada suhu atau temperatur berapa kita harus meningkatkan atau menurunkan power gas atau airflow. Ketika proses roasting, fokus utama kita adalah suhu / temperatur, airflow, waktu & tekanan gas. Di bagian ini juga kita menjelaskan tentang apa manfaat roasting log dan penjelasan penggunaan baik manual maupun yang otomatis.


4. Di bagian ini dijelaskan secara berurutan mulai dari awal meroasting sampai selesai meroasting

5. Cara kita menghitung bisnis roasting supaya kita bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari bisnis ini setelah di roast,

6. Cupping. tugas selanjutnya adalah melakukan cupping untuk menguji citarasa dari kopi yang kita roasting. Di bagian sini, dijelaskan tentang peralatan yang diperlukan seperti gelas cupping, timbangan dll. Selain itu, bagaimana prosedur evaluasi & penjelasan tentang aroma mulai dari flavor, fragrance / aroma, aftertaste, acidity, body, balane, sweetness, uniformity, cleanlines dan yang terakhir kita memberikan skor setiap kopi yang diroasting. Juga, kami memberikan contoh form cupping standar yang diterbitkan oleh specialty coffee association (sca).

7. Di bab terakhir, kita memberitahukan istilah – istilah dalam bahasa inggris dan penjelasannya dalam bahasa indonesia yang sering digunakan dalam industri roasting. Ya, kamus roaster ini sangat berguna bagi anda yang baru saja memasuki dunia roasting.

Jika anda masih membaca sampai kalimat ini, kami memberikan garansi jaminan uang kembali 100 % selama satu minggu jika anda merasa tidak mendapatkan manfaat sedikitpun dalam buku panduan belajar roasting ini.

Nb. Buku ini kami batasin hanya di distribusikan kepada 250 orang saja. Setelah kuota tercapai maka penawaran ini hilang untuk selamanya. Manfaatkan waktu yang berharga ini untuk mendapatan pengetahuan meroasting yang sangat langka ini.

Bonus
Jika anda mendaftar dan melakukan pembayaran di hari yang sama maka kami memberikan sejumlah bonus :

  • Kamus roaster
  • Profile Master roaster untuk mengembangkan rasa dan aroma secara maksimal
  • Form standar cupping SCAA
  • Roast log kejuaraan dunia 2017
  • Agtron Color untuk profile roasting
  • Starbuck Coffee Tasting Guide
  • Washed Arabica Coffee Grading Form


Nb. : Bonus ini hilang jika pembayaran lewat dari 24 jam setelah melakukan pendaftaran. Pastikan anda segera mungkin untuk melakukan pembayaran untuk mendapatkan bonus yang luar biasa ini !




Belajar Teknik Rosting Kopi, Cara Roasting Kopi


Pencarian Terkait Belajar Roasting Kopi: Cara Roasting Kopi Sederhana, Cara Roasting Kopi Robusta, Cara Roasting Kopi dengan Mesin, Cara Roasting Kopi Tradisional, Cara Roasting Kopi yang baik dan benar, Cara Roasting Kopi dengan wajan, Cara Roasting Kopi Dengan oven, Cara Roasting Kopi Terbaik, Cara Roasting Kopi Manual, di Rumah, Panduan Roasting kopi, Belajar Roasting Kopi, Waktu Roasting Kopi, Suhu Roasting Kopi, Pengertian Roasting Kopi

Jenis Kopi Arabika dan Karateristiknya

Jenis Kopi Arabika dan Karateristiknya

Tanaman aPohon Kopi Arabika


Mengenal Sifat dan jenis kopi arabika - Sama dengan kopi robusta kopi arabika dibawa masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Jenis Kopi Arabika (Coffea Arabica) dan Karateristiknya sangat dipengaruhi dari negeri asalnya, yaitu berasal dari negara Afrika yang lebih tepatnya di daerah pegunungan Ethiopia. Kopi jenis ini tumbuh dengan baik diketinggian tanah diatas 500 mdpl. Pada habitat aslinya tanaman kopi arabika tumbuh di bawah hutan tropis yang sangat lebat. 

Sentra sentra penghasil kopi arabika berada sampai saat ini masih di dominasi oleh negara-negara di Amerika Latin. Brazil menjadi adalah salah satu produsen terbesar dari kopi arabika di dunia dan 90% produksi kopi arabika berada di Amerika Latin. Sedangkan untuk konsumen kopi ini negara-negara uni Eropa, Jepang dan Amerika Serikat adalah negara-negara konsumen terbesar di dunia.

Sifat pertumbuhan Kopi Arabika

Kopi arabika tumbuh dan berkembang dengan baik jika ditanam di ketinggian 1000 sampai 2000 meter dari permukaan laut. Suhu optimal untuk pertumbuhan kopi jenis ini iantara 15 sampai 24 derajat Celcius. Tingkat curah hujan 1200-2000 mm per tahunnya. 


Untuk bisa tumbuh dan menghasilkan buah tanaman kopi arabika membutuhkan waktu kering selama 4 sampai 5 bulan dalam satu tahun. Bunga akan mulai terlihat muncul di akhir musim penghujan. Jika pertumbuhan bunga kopi arabika yang baru mekar terkena hujan deras menyebabkan gagal berbuah. 



Kopi Arabika tanah yang kaya dengan kandungan bahan organik organik yang ada di dalam tanah dimanfaatkan tanaman sebagai sumber nutrisi dan menjaga kelembaban. Tingkat keasaman atau pH tanah yang cocok untuk pertumbuhan berkisar antara 5,5-6 pH. 



Tanaman Kopi Arabika


Sifat dan Jenis Kopi Arabika Unggul

Bunga dan Daun Kopi Arabika
Kopi jenis ini lebih menyerupai jenis tanaman perdu dengan ketinggian antara 2 sampai 3 meter. Batang berdiri tegak dengan cabang-cabangnya yang membulat dengan jumlah percabangan yang banyak. 

Kopi arabika memiliki warna daun yang hijau mengkilap seperti terdapat lilin pada permukaan daunnya. Bentuk daun yang memanjang atau sedikit lonjong dengan ujung daun yang meruncing. Daun tua akan berwarna hijau gelap pangkal daun tumpul dengan tangkai yang pendek dan struktur tulang daun menyirip. 

Tumbuhnya bunga kopi arabika biasanya terjadi setelah musim hujan berakhir,  bunga hanya tumbuh pada ketiak ketiak daun ini sama seperti kopi robusta. Begitu juga dengan warna bunga yang berwarna putih. Penyerbukan kopi arabika dilakukan dengan sendirinya tidak ada perbedaan antara bunga jantan dan bunga betina. Proses pembuahan membutuhkan waktu 8 sampai 11 bulan mulai dari keluarnya kuncup hingga menjadi buah siap panen. 

Biji Kopi Arabika, Tanaman Kopi Arabika

Buah kopi arabika berbentuk membulat seperti telur dengan warna hijau ketika masih muda dan akan berubah menjadi warna merah terang ketika sudah benar-benar matang. 

Buah kopi arabica tidak seperti kopi robusta yang cukup kuat menempel pada tangkainya buah kopi arabica lebih cenderung mudah rontok. Oleh sebab itu untuk segera lakukan pemanenan jika kondisi kopi udah mulai terlihat matang. Jika buah yang rontok ke tanah dapat mengurangi mutu buah tersebut dan cenderung bau tanah. 

Sistem perakaran Kopi Arabika
Salah satu kelebihan dari mempunyai akar tunjang yang cukup dalam sehingga mampu menopang tanaman biar tidak mudah roboh dan dapat bertahan dalam kondisi musim kering. Untuk dapat menghasilkan akar tunjang yang bagus mengapa cara penanaman bibit kopi arabika juga harus benar jika tidak tumbuh dengan baik akan menyebabkan tingkat produksi kopi yang cenderung sedikit. 

Jenis-jenis Kopi Arabika 

Terdapat banyak varietas kopi arabika yang ada di Indonesia maupun di dunia. Setiap jenis dan varietas mempunyai sifat dan karakter masing-masing. Faktor pemilihan jenis varietas kopi arabika lebih dipengaruhi pada daerah bahan yang akan digunakan. 

Beberapa jenis varietas unggul yang sudah dikeluarkan melalui puslitkoka dipercaya dapat mampu menghasilkan kopi robusta yang baik. 

Berikut ini beberapa jenis atau varietas kopi arabika:

  • USDA 762. Jenis kopi ini tingkat produktivitasnya mencapai 800-1200 kg/ha per tahun. Bunga akan mulai muncul pada usia 32-34 bulan setelah tanam. Jenis ini juga dikenal lebih tahan terhadap karat daun. 
  • S 795. Kopi arabika ini mempunyai tingkat prosuktifitas antara 1000-1500 kg/ha per tahunnya. Dengan kepadatan tanaman 1600-2000 pohon per hektar lahan. Dapat mulai berbunga pada usia 15-24 bulan. Ketinggian lahan yang ideal berada di lebih 1000 mdpl dan sedikit lebih tahan terhadap penyakit karat daun. 
  • Andung sari-1. Jenis ini sangat rentan terhadap karat daun jika di tanam di daerah kurang dari 900 mdpl, namun cukup tahan jika ditanam di daerah yang kurang subur. 
  • Tingkat prosuktifitas varietas ini 350 kilo per hektar. 
  • Sigara Utang. Tingkat produktivitas nya bisa mencapai 1500 kilo per hektar 1 keistimewaan dari varietas ini bisa berbuah secara terus-menerus mengikuti pola sebaran hujan. Biji buah kopi berukuran cukup besar namun cukup rentan terhadap hama bubuk buah dan nematoda. Tanaman ini cukup tahan dengan karat daun jika ditanam pada ketinggian diatas 1000 m dari permukaan laut. 
Jika dilihat dari harga jual biji kopi, maka kopi arabika mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan jenis kopi yang lainnya. Pecinta kopi arabika dibanding kopi robusta, hal ini disebabkan sifat kekentalan body ringan hingga sedang dengan tingkat keasaman yang tinggi. Kadar kafein kopi narashika lebih rendah dibanding robusta itu sekitar 0,8-1,5%. 

Tanaman Kopi Arabika

Tanaman Kopi Arabika

Dari semua jenis dan variabel kopi arabika jika ditanam di tempat yang berbeda akan memiliki perbedaan cita rasa dan aroma yang cukup signifikan. 

Jika dilihat dari segi rasa dan aroma dan kandungan kafeinnya, maka tidak salah jika 65% perdagangan kopi di dunia didominasi oleh kopi arabika. Nilai kopi arabika dua kali lipat dari kopi. Sedangkan pusat perdagangan kopi arabika berada di bursa komoditi New York.

Demikian beberapa sifat dan jenis kopi arabika mudah mudahan bisa memberikan sedikit pencerahan jika anda ingin mengembangkan tanaman kopi terutaman yang ada di daerah dengan ketinggian lebih dari 800 mdpl.




Cara Merawat Tanaman Kopi Robusta dan Arabika yang Baik

Cara Merawat Tanaman Kopi Robusta dan Arabika yang Baik

Cara Merawat Tanaman Kopi Robusta dan Arabika yang Baik

Cara Merawat Tanaman Kopi - Sebagai salah satu produk yang mempunyai penggemar yang besar  dan fanatik tentu saja mereka tidak mau sembarangan dalam nentukan pilihannya. Cara merawat kopi robusta dan cara merawat tanaman kopi robusta atau pun jenis kopi yang lain akan sangat menentukan kualitas hasil biji buah kopi. Dengan teknik dan cara perawatan bibit tanaman kopi yang bagus selain dapat menjaga kualitas hasil panen juga bisa mempertahankan harga jual kopi itu sendiri.

Cara menanam dan merawat tanaman kopi agar dapat hasil yang baik harus di mulai sejak awal, mulai dari pemilihan bibit kopi Unggul dan juga mengenal lahan atau daerah yang akan dijadikan lahan tanam. Karena tiap jenis kopi mempunyai area masing-masing untuk dapat tumbuh kembang secara maksimal.

Untuk menghasilkan kopi yang nikmat dan lezat melalui cara perawatan tanaman kopi yang baik tentu harusdi muali dengan menggunakan bibit kopi yang unggul. Pemilihan bibit yang baik juga harus berasal dari induk yang sehat pula tidak ada cacat atau penyakit pada tanaman induk. Terutama jika anda melakukan proses pembibitan bibit kopi sendiri.


cara merawat tanaman kopi yg baik


Tata cara merawat tanaman kopi yang baik

Berikut adalah teknik perawatan budidaya tanaman kopi yang bagus yang bisa diterapka di ebun kopi anda:

1. Pemilihan bibit
Pastikan bawah bibit yang digunakan adalah bibit kopi unggu, cara termudah untuk mengetahuinya adalah dengan cara melihat tanaman induk. Jika induk bibit bisa memiliki ciri ciri bibit unggul, maka layak untuk ditanam. Anda juga bisa baca artikel sebelumnya tentang cara pemilihan bibit kopi unggul silahkan kunjungi disini.

2. Cara perawatan tanaman kopi selanjutnya adalah Penyiraman.
Penyiram tanaman harus dilakukan secara teratur dari awal mulai bibit kopi ditanam, terutama pada usia tanaman baru 3-6 bulan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kandungan air dalam tanah agar bisa mencukupi untuk berkembang tumbuh tanaman. 
Lakukan secara rutin dan teratur apalagi pada saat musim kemarau, intensitas penyiraman padat di kurangi setelah usia tanam cukup besar.

3. Pemupukan
Kapan pemupukan waktu terbaik pupuk harus dilakukan. Proses pemupukan dilakukan 3-6 bulan sebelum bibit tanaman kopi mulai di tanam. Proses pemupukan selanjutnya bisa dilakukan dalam 6 bulan sekali. Sebaiknya menggunakan pupuk jenis alami seperti pupuk kandang atau organik. Waktu terbaik untuk proses pemberian pupuk pada saat musim hujan, karena kandungan unsur hara akan cenderung meningkat sehingga proses penyeraran lebih baik.


cara merawat tanaman kopi

4. Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk membuang tanaman parasit ada disekitar tanaman kopi baik yang menempel di tanaman atau yang berada disekitar bibit kopi tumbuh. Lakukan pembersihan rumput secara berkala bisa dilihat dari banyak tidaknya tanaman atau rumput yang tumbuh disekitar pohon kopi.

5. Pembersihan Haman dan Penyakit
Setelah 2 tahun bibit kopi di tanam adalah waktu yang paling rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Hama penyakit yang sering muncul seperti ulat, serangga dan beberapa jenis parasit lainnya. Cara terbaik untuk tetap bisa menjaga kualitas dari pohon kopi dan hasil panen sebaiknya dilakukan penanggulangan secara alamiah.

6. Pemangkasan 
Pemangkasan disini adalah pemangkasan pada tanaman atau pohon pelindung. Agar bisa menjaga masuknya sinar matahari ke tanamn kopi. Karena tanaman kopi memerlukan sinar matahari yang cukup untuk dapat tumbuh dengan baik.

Cara merawat tanaman kopi agar berbuah lebat

Semua poin di atas adalah cara merawat tanaman pohon kopi agar berbuah lebat, tentu saja jika dilakukan secara rutin dan teratur dengan cara perawatan pohon kopi yang baik.


Kopi Robusta Sifat dan Jenisnya

Kopi Robusta Sifat dan Jenisnya


Bibit Kopi Robusta


Mengenal Sifat dan Jenis Kopi Robusta - Kopi robusta merupakan keturunan dari spesies kopi cenephoora. Robusta sendiri berasal dari kata rebus artinya kuat hal ini sesuai dengan struktur body yang kuat atau tingkat kekentalan yang kuat. Robusta biasanya tumbuh di dataran rendah, tapi daerah yang ideal untuk dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian 400-800 mdpl. Curah hujan 2000-3000 mm per tahun dengan suhu optimal pertumbuhan di antara 24-30 derajal celsius .

Daerah tropis yang cenderung basah sangat cocok untuk kopi robusta. Jika dibudidayakan secara intensif baik dan benar bibit kopi robusta akan mulai berbuah pada umur 2,5 tahun. Kopi robusta sendiri juga membutuhkan waktu kering antara 3-4 4 bulan dalam satu tahun sesekali turun hujan. Kondisi tanah yang gembur dan kaya bahan organik abang sangat cocok untuk pertumbuhan kopi robusta dengan tingkat keasaman yang ideal untuk tanaman kopi ini 5,5-6,5 pH. Untuk menjaga intensitas sinar matahari Maka Tanaman ini butuh pohon pelindung seperti pohon sengon dan lamtoro. 

Bibit Kopi Robusta

Pertumbuhan cabang produksi pada kopi robusta cenderung tegak lurus. Cabang primer atau utama cukup lentur sehingga akan membentuk tajuk selayaknya payung. Buah kopi yang dihasilkan pada cabang primer yang tumbuh mendatar. 

Pertumbuhan daun pada kopi robusta dapat tumbuh pada batang cabang dan ranting. Bentuk daun cenderung membulat seperti telur dengan ujung daun meruncing hingga tumpul. Pertumbuhan daun pada batang dan ranting tegak lurus dengan susunan berselang-seling. Cabang mendaftar atau ranting pertumbuhan daun berpasang-pasangan pada bidang sama. 

Pada umur 2 tahun kopi robusta sudah mulai berbunga, bunga akan tumbuh pada ketiak cabang primer. Biasanya terdapat 3-4 kelompok bunga pada setiap ketiak daun. Bunga biasanya mulai tumbuh pada awal musim kemarau. 


Sifat penyerbukan dari robusta adalah Penyerbukan silang untuk mendapatkan hasil maksimal dalam satu area tanah ditanam beberapa macam jenis klon kopi robusta. Buah yang masih muda akan berwarna hijau setelah masak berubah menjadi merah, buah kopi robusta dapat menempel sangat kuat pada tangkainya walaupun sudah makan belum buah siap panen berpisah 10-11 bulan awal pertama munculnya bunga.

Sistem perakaran yang dangkal menjadi salah satu kekurangan dari jenis kopi robusta ini. Oleh sebab itu dibutuhkan tanah yang subur dan kaya akan unsur hara. Tanaman kopi robusta ini menjadi sangat sensitif terhadap kekeringan. Namun nah ini sekarang sudah bisa diatasi dengan proses pembibitan secara sambung. 
Bibit Tanaman Kopi Robusta

Jenis-jenis Klon kopi robusta: 


  • Klon SA436. Jenis ini memiliki tingkat produksi yang sangat tinggi bisa mencapai 1600-2800kg/ha/tahun. Bentuk ukuran biji buah yang tidak seragam dan cenderung lebih kecil .
  • Klon BP308. Ini terhadap serangan kuda buka merupakan jenis bibit kopi robusta tunggu. Login tanah yang tidak begitu subur, biasanya kan ini dijadikan batang bawah dan batang atas disambung dengan jenis lain yang sesuai dengan karakteristik daerah setempat. 
  • Klon BP42. Tingkat produktivitas Klon BP42  berkisar antara 800-1200 kg/ha/tahun. Buah yang dihasilkan cukup besar dengan dompolan-dompolan yang cenderung rapat dengan tingkat percabangan yang cukup banyak dan ruasnya pendek. 
  • Klon BP234. Tingkat produktivitas hampir sama dengan clone BP42 yaitu antara 800-12000kg/ha/tahun. Buah yang dihasilkan lebih kecil dengan ukuran tidak cerah tingkat percabangan yang cukup panjang dan lentur.

Harga pasaran kopi robusta cenderung lebih rendah dari kopi arabika. Penghasil kopi robusta terbesar berada di negara Asia-Pasifik dan Afrika, sedangkan kopi arabika lebih banyak diproduksi di negara-negara Amerika Selatan.

Budidaya Kopi Robusta dan Arabika LENGKAP

Budidaya kopi Robusta dan Arabika

Budidaya Kopi Robusta, Budidaya Kopi Arabika
Budidaya Kopi Robusta, Budidaya Kopi Arabika


Budidaya kopi Robusta dan Arabika - Kopi masih menjadi komoditas yang paling banyak diperdagangkan di seluruh penjuru dunia. Beberapa tempat sebagai pusat Budidaya Kopi Robusta dan Arabika terdapat di Afrika, Amerika Latin dan Amerika Tengah juga di negara-negara Asia-Pasifik. Negara negara di Benua Eropa dan Amerika Utara menjadi konsumen terbesar dari produk kopi.

Tanaman kopi merupakan tanaman tahunan dengan usia produktif bibit kopi robusta bisa mencapai 20 tahun. Ada dua jenis varietas tanaman kopi yang paling banyak dibudidayakan yaitu Bibit Kopi Robusta dan Kopi Arabika. Karena 2 jenis kopi ini yang mempunyai harga cukup baik di pasaran. 

Selain jenis kopi di atas ada beberapa jenis tanaman kopi lainnya yang merupakan varietas turunan dari kopi Robusta dan arabika. Ada beberapa jenis kopi lainnya yang juga masih banyak dibudidayakan yaitu dari jenis Liberika dan Axcelsa. Dari 4 jenis kopi yang paling banyak dikembangkan ini memiliki sifat dan karateristiknya masing-masing.

Faktor utama dalam memulai budidaya kopi tentunya adalah pemilihan bibit kopi yang tepat. Beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi hasil dari budidaya tanaman kopi adalah jenis tanaman, cara teknik budidaya, cara perawatan pohon kopi, penanganan hasil panen dan pemasaran hasil akhir dari kopi.


Budidaya Kopi Robusta, Budidaya Kopi Arabika, Lahan tanam Budidaya Kopi Robusta
Lokasi Lahan Tannam Budidaya Kopi Robusta dan Arabika

Lokasi Budidaya Kopi Robusta dan Arabika

Sebelum kita memulai budidaya kopi Arabika atau budidaya kopi robusta ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu area lahan yang akan digunakan. Penanaman kopi harus disesuaikan dengan letak ketinggian lahan, jika ketinggian lahan Anda berada diantara 400-800 mdpl maka tanaman kopi yang cocok adalah jenis ROBUSTA. Sedangkan dengan ketinggian lebih dari 800 mdpl jauh lebih baik membudidayakan kopi ARABIKA.

Seperti kita ketahui bahwa kopi jenis Robusta akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah dengan ketinggian antara 400-800 mdpl. Dengan ketinggian lahan tadi boleh juga di tanam kopi jenis Excelsa dan Liberika. Jika di lihat dari harga jual hasil akhir kopi maka kopi arabika cenderung dihargai lebih mahal dari pada kopi robusta. Namun jenis robusta mempunyai tingkat produktivitas yang lebih tinggi demikian juga dengan rendemennya.

Budidaya Bibit Kopi Robusta, Budidaya Bibit Kopi Arabika
Budidaya Bibit Kopi Robusta, Budidaya Bibit Kopi Arabika


Persiapan Bibit Budidaya Kopi

Setelah kita tahu lakosi lahan tanam maka kita sudah bisa memutuskan jenis kopi apa yang harus dibudidayakan. Langkah selanjutnya adalah mencari bibit kopi unggul siap tanam, lahan dan juga pohon pelindungnya. Untuk mengetahui bibit kopi robusta unggul anda bisa baca artikel saya sebelumnya silahkan baca disini. 

Sementara untuk budidaya bibit kopi Arabika ada beberapa jenis tanaman yang bisa digunakan berdasarkan varietas. Contohnya adalah varietas Kartika-1, Kartika-2, S 795 dan USDA 762. Untuk pohon pelindung dan peneduh sebaiknya disiapkan kurang lebih 2 tahun sebelum penanaman bibit pohon kopi.

Cara pembiakan bibit kopi bisa dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Teknik Generatif adalah cara pembiakan tanaman dari biji kopi, cara ini lebih banyak digunakan untuk kopi jenis Arabika. Sedangkan untuk kopi robusta lebih banyak menggunakan cara vegetatif seperti dengan cara budidaya kopi stek, cangkok dan okulasi (sambung). 

Pohon Pelindung Budidaya Kopi Robusta dan Arabika
Pohon Pelindung Budidaya Kopi Robusta dan Arabika

Pohon Pelindung Budidaya Kopi Robusta dan Arabika
Pohon Pelindung Budidaya Kopi Robusta dan Arabika


Persiapan Lahan dan Pohon Pelindung Budidaya Kopi

Budidaya kopi dikembangkan baik di lokasi dataran rendah dan dataran tinggi tentunya harus disesuaikan dengan jenis kopi yang di tanam. Tapi secara umum bibit kopi akan tumbuh dengan baik di tanah yang gembur dan kaya akan unsur organik tanah. Untuk menjaga tingkat kesuburan tanah bisa dilakukan dengan cara pemupukan secara teratur dengan pupuk organik. Untuk tingkat keasaman tanah ada sedikit perbedaan antara budidaya kopi arabika dan robusta. Kopi arabika akan tumbuh baik pada tingkat keasaman 5 - 6,5 pH, sedangkan kopi robusta 4,5 - 6,5 pH. 

Hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah penanaman pohon pelindung dan peneduh. Sebenarnya penanaman pohon pelindung ini harus dilakukan jauh sebelum mulai penanaman bibit kopi. 

Jenis pohon yang paling banyak digunakan adalah pohon senggon dan lamtoro. Untuk tanaman pelindung jenis senggon sebaiknya di tanam 4 tahun sebelum penanaman bibit kopi, sedangkan untuk pohon lamtoro bisa lebih cepat 2 tahun sebelumnya. 

Fungsi utama dari pohon peneduh dan pelindung budidaya kopi robusta ini adalah untuk mengatur intensitas cahaya matahari. Karena tanaman kopi termasuk tanaman yang membutuhkan cahaya matahari yang terlalu banyak. Selain itu juga bisa menjaga tingkat kesuburan tanah dari rontokan daun pohon pelindung secara tidak langsung menjadi pupuk alami. Kedua jenis pohon pelindung ini tidak terlalu memerlukan perawatan yang rumit. Perawatan hanya melakukan pemangkasan daun dan penjarangan untuk mengatur sinar matahari yang masuk.


Lobang Tanam Budidaya Kopi Robusta dan Arabika
Lobang Tanam Budidaya Kopi Robusta dan Arabika

Penanaman Bibit Budidaya Kopi

Setelah semua syarat diatas perpenuhi langkah berikutnya adalah persiapan penanaman bibit kopinya. Jarak tanam yang ideal dalam satu area lahan tanam adalah 2,75×2,75 meter untuk kopi robusta sedangkan untuk bibit kopi arabika 2,5×2,5 meter. Jarak lubang tanam ini bisa sesuaikan dengan kondisi lahan makin tinggi lahan tanam makin jarang jarak tanamnya demikian juga sebaliknya.

Kemudian galilah lubang tanam dengan ukuran 60x60x60cm sebaiknya buat lubang tanam 3 bulan sebelum penanaman bibit. Saat melakukan pengalian pisahkan tanah bagian bawah dan bagian atas lalu biarkan lubang tanam terbuka. Buatlah campuran belerang dan kapur domilite maisng-masing 200 gram dengan tanah bagian bawah galian tadi. Kemudian masukan kembali ke lubang tanam. Lakukan ini setelah satu bulan dari awal pengalian. Biarkan lubang tanam tetap terbuka.

Satu bulan kemudian ambil tanah bagian atas galian lalu campurkan dengan pupuk kompos sebanyak -/+ 20 kg campurkan secara merata, masukkan ke dalam lubang galian lagi dan tetap biarkan lubang tanam dalam keadaan terbuka selama satu bulan kedepan.

Kini bibit kopi robusta atau arabika sudah siap untuk di taman dalam lubang tanam. Sebelum di tanam untuk mengurangi tingkat penguapan pada tanaman potonglah beberapa daun sisakan sebagian saja. Lalu keluarkan bibit dari polybag, gali lubang tanam tadi sesuaikan dengan panjang akar dari bibit kopi. Untuk jenis kopi yang memeiliki akar tunjang usahakan agar akar dari bibit kopi di tanam dalam keadan tegak lurus. Kemudian tutup lubang tanaman agar posisi dari bibit kopi tegak lurus, bisa juga gunakan tajir atau kayu penyangga untuk menjaganya.

Bibit Kopi Robusta, Bibit Kopi Robusta Unggul
Bibit Kopi Robusta, Bibit Kopi Robusta Unggul

Perawatan Budidaya Bibit Kopi

Proses yang paling panjang dari budidaya kopi robusta atau arabika adalah perawatan. Untuk mendapatkan hasil panen yang bagus dan banyak tentunya perawatan tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.

Apa saja yang harus dilakukan selama perawatan bibit kopi, silahkan terus lanjutnya membaca. Berikut adalah cara perawatan budidaya kopi setelah bibit pohon kopi di tanam:

Pemupukan untuk budidaya kopi

Pemupukan bisa menggunakan pupuk buatan atau pupuk organik, dua-duanya perlu dilakukan karena mempunyai fungsi masing-masing. Untuk mendapatkan pupuk organik bisa di ambil dari bahan yang ada di sekitar kita. Misal kulit buah kopi hasil pengupasan, daun daun dari tanaman pohon pelindung kemudian dikumpulkan dan dijadikan kompos. Per satu tanaman kopi membutuhkan kurang lebih 20 kg pupuk organik per tahunnya.

Cara memberian pupuk adalah dengan membuat lubang yang mengitari tanaman pohon kopi dengan jarak 50 cm dari pohon. Kemudian tabur pupuk dalam lubang tadi bisa juga di campur dengan pupuk buatan. Jika keasaman tanah maish di bawah 4,5 pH di campur dengan kapur domolite sebanyak 0,5 kg. Lakukan pemupukan secara rutin dalam periode tertentu. Untuk pemberian kapur bisa dilakukan 2-4 tahun sekali.

Penyulaman

Bibit kopi yang sudah di tanam tidak semuanya bisa tumbuh dengan baik makanya perlu di periksa setidaknya dua kali seminggu. Setelah berumur 1-6 bulan pemeriksaan bisa dilakukan dalamn 1-6 bulan sekali. Tujuannya selama proses awal pertumbuhan tanaman kopi jika ditemukan adanya beberapa tanaman yang mati bisa segera dilakukan penyulaman atau mengganti dengan bibit kopi yang baru. 
Hal ini sangat perlu dilakukan agar mendapatkan pertumbuhan bibit tanaman kopi yang bisa seragam dalam satu area tanam.

Pemangkasan tanaman 

Ada dua cara yang biasa dilakukan dalam proses pemangkasan yaitu pemangkasan batang tunggal dan pemangkasan berbatang ganda. Pemangkasan batang tunggal lebih tepat pada tanaman kopi yang mempunyai banyak cabang sekunder seperti pada tanaman kopi robusta. Sedangkan pada pohon kopi robusta lebih banyak menggunakan pemangkasan batang ganda. Cara ini lebih cocok untuk tanaman kopi yang hidup di dataran rendah.

Budidaya Kopi Robusta, Budidaya Kopi Arabika


Tujuan dari pemangkasan tanaman dalam budidaya kopi robusta maupun arabika adalah:
  • Pembentukan Tanaman - Membentuk tanaman seperti tajuk atau payung, sehingga bisa mendapatkan tinggi tanaman dan percabangan yang ideal.
  • Produksi - Cara  ini dilakukan untuk membuang cabang dan batang yang tidak produktif atau tau. Dengan tujuan untuk mempertahankan cabang-cabang yang produktif saja. Bisa juga pemangkasan untuk membuang cabang-cabang yang terindikasi sudah terkena hama dan penyakit. 
  • Peremajaan - Pemangkasan ini biasa dilakukan setelah beberapa saat setelah panen. Dapat juga dilakukan pada tanaman yang sudah mengalami penurunan hasil panen, jika hasil panen kurang dari 400 kg/ha/tahun maka harus segera dilakukan pemangkasan. Bisa juga untuk membentuk ulang tajuk yang sudah mulai tidak beraturan. Sebaiknya dilakukan setelah pemupukan untuk memberikan kecukupan nutrisi tanaman.
Penyiangan budidaya kopi 

Apapun jenis tanaman yang kita tanam dapat berkembang dengan baik tanpa adanya gulma atau tanaman penganggu, terutama jika umur tanaman masih muda. Penyiangan harus dilakukan secara rutin dalam dua minggu sekali. Jika tanaman kopi sudah cukup umur pembersihan gulma di luar tajuk dapat dilakukan dengan penutupnya dengan tanah. Pada tanaman dewasa dilakukan seperlunya saja.

Biji Kopi Robusta, Biji Kopi Arabika

Hama dan Penyakit dalam budidaya kopi

Budidaya kopi atau jenis tanaman lainnya tentu tidak bisa lepas dari yang namanya hama dan penyakit. Begitu juga dengan budidaya bibit kopi. Masalah yang ditimbulkan bisa menyebabkan penurunan jumlah hasil panen bahkan bisa juga menyebabkan kematian dari tanaman kopi itu sendiri.


Nah...beberapa jenis hama dan penyakit yang harus segera di tangani segera mungkin adalah:

Penyakit Karat Daun (HV). Penyakit ini lebih banyak menyerang kopi jenis arabika. Tanda tanda yang paleing jelas terlihat adalah adanya bercak kuning hingga kecoklatan pada daun yang terjangkit.


Cara mengatasinya bisa memindahkan lokasi tanam di daerah yang lebih tinggi diatas 1000 mdpl, tapi hal ini sangat sulit dilakukan jika kita mempunyai lahan yang terbatas.Cara termudah adalah dengan penyemprotan bahan kimia atau obat khusus karat daun jika kondisi tanaman sudah terjangkiti. Atau dengan cara memilih bibit kopi varietas unggul yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Cara berikutnya adalah dengan cara pembiakan vegetatif dengan metode kultur jaringan. 

Penyakit serangan Nematoda. Jenis penyakit ini lebih cenderung menyerang kopi jenis robusta. Sama dengan jenis penyakit lainnya, penyakit ini bisa menyebabkan penurunan hasil panen hingga 80%. Cara mengatasinya bisa dengan melakukan pemangkasan pada batang atau daun yang terserang, kemudian dilakukan penyambungan dengan varietas kopi robusta yang tahan terhadap serangan Nematoda.

Biji Kopi Robusta, Biji Kopi Arabika
Biji Kopi Robusta, Biji Kopi Arabika

Penanganan Hasil panen Budidaya Kopi 

Kecepatan hasil panen pohon kopi berbeda beda tergantung jenis dan varietas kopinya. Untuk kopi Arabika sudah bisa mulai panen setelah umur 3-4 tahun. Hasil panen pertama biasanya tidak terlalu banyak.

Sedangkan untuk jenis kopi robusta bisa lebih cepat yaitu antara 2,5-3 tahun. Tentunya harus diimbangi dengan proses penanaman dan perawatan yang intensif. Jika dilakukan secara sembarangan bisa jadi proses panen jauh lebih lama lagi. Usia produktif tanaman kopi akan mencapai puncaknya pada umur 7-9 tahun.

Musim panen biasa berlangsung 3-5 bulan dengan interval waktu pemetikan 10-14 hari saja. Penangan dan pengolahan hasil panen akan sangat menentukan biji kopi hasil budidaya kopi yang akan sangat berpengaruh terhadap harga jualnya.






Selamat Datang di Blog Kami,

Kami Jual Bibit Kopi baik Robusta atau Arabika. Kami menyediakan bibit kopi yang sudah berbentuk tanaman dalam polybag yang siap tanam dengan berbagai ukuran.

Khusus untuk jual bibit kopi robusta, bibit tanaman hasil pembiakan secara vegetatif dengan cara okulasi atau sambung. Sehingga lebih mempercepat pertumbuhan dari tanaman dan lebih cepat menghasilkan buah dari pada bibit kopi yang berasal dari pembiakan biji kopi.

Jual bibit kopi siap melayani dalam partai kecil maupun partai besar. Siap melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.

Untuk PEMESANAN silahkan Hubungi
WA/SMS 0857 3663 9219
Back To Top